Cara Untuk Membuat Anggrek Berbunga

Bunga anggrek mempunyai bentuk dan warna yang begitu indah. Itulah penyebab mengapa tidak sedikit orang yang senang mengoleksi tanaman hias ini. Namun, cara merawat anggrek agar subur dan berbunga perlu dilakukan dengan tepat.

Tumbuhan dengan nama latin Orchidaceae ini umumnya menempel pada media lain, seperti arang, pecahan genting, sabut kelapa, akar pakis, potongan kulit pinus, batang tanaman, atau batuan. Keberadaan anggrek tentu dapat mempercantik tampilan rumahmu.

[ez-toc]

Cara merawat anggrek

Salah satu jenis anggrek yang paling populer adalah anggrek bulan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perawatan anggrek bulan, dan jenis anggrek lainnya, mulai dari penyiraman, pengendalian hama, hingga pemupukan.

Berikut adalah cara merawat bunga anggrek yang bisa kamu lakukan:

1. Pilih media tanam yang cocok

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebagai cara merawat anggrek bulan agar rajin berbunga, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan media tanam. Sebab, anggrek tidak tumbuh di tanah pot biasa.

Sebaiknya, gunakan campuran media tanam yang dibuat khusus untuk anggrek, seperti lumut, kulit kayu, gabus, atau potongan batu bata, yang memungkinkan akarnya bernapas.

Kombinasi media tanam, air, dan pupuk akan menciptakan lingkungan sedikit asam bagi anggrek untuk tumbuh.

2. Letakkan anggrek di tempat yang menerima cahaya tidak langsung

Cara merawat tanaman anggrek berikutnya adalah memperhatikan penempatannya. Anggrek menyukai sinar matahari.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di tempat yang mendapatkan cahaya matahari secara tidak langsung hampir sepanjang hari.

Tumbuhan anggrek tidak menyukai cahaya matahari langsung karena dapat membuatnya terlalu cepat kering dan merusak bunganya.

Meletakkan anggrek dekat jendela yang menghadap ke timur dinilai sebagai posisi ideal karena bisa mendapatkan banyak cahaya pagi yang tidak terlalu terik.

Periksa warna daun anggrek secara rutin. Jika warnanya mulai menggelap, itu tandanya tanaman ini membutuhkan lebih banyak cahaya.

3. Menyiram anggrek secara teratur

Aspek lain yang penting dalam cara merawat anggrek agar cepat berbunga adalah penyiraman.

Anggrek menyukai iklim lembap yang hangat. Jadi, siramlah tanaman ini dengan air bersuhu ruangan.

Sebab, menyiramnya dengan air es atau dingin dapat merusak sistem akar atau daun tanaman karena suhunya yang terlalu dingin.

Untuk menyiram anggrek, keluarkan tanaman ini dari pot pajangannya, kemudian siram dengan selama 15 detik. Biarkan anggrek mengering sepenuhnya sebelum meletakkannya kembali ke dalam pot.

Selain itu, jangan menyiram anggrek lebih dari sekali seminggu. Jika kamu tidak yakin apakah anggrek mendapatkan cukup air atau tidak, perhatikan akarnya.

Apabila akarnya hijau cerah, itu berarti anggrek telah mendapatkan cukup air. Namun, jika warnanya mulai memutih, tanaman ini membutuhkan penyiraman yang lebih baik.

4. Perhatikan suhu dan kelembapan sekitar

Tumbuhan anggrek membutuhkan kelembapan tinggi dan aliran udara di sekitar akar. Tanaman ini tumbuh paling baik pada suhu di atas 10 derajat Celcius, tetapi di bawah 30 derajat Celcius.

Bunga anggrek dapat bertahan lebih lama jika kamu dapat menyediakan lingkungan yang hangat dan agak lembap.

Cara merawat bunga anggrek lainnya yang perlu diperhatikan adalah jangan meletakkannya di tempat yang terkena angin atau sinar matahari langsung.

Sebab, udara dingin, kering, dan panas bisa merusak bunga-bunga halus ini.

5. Berikan pupuk pada tanaman

Pemupukan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman anggrek. Kamu dapat memberinya pupuk NPK yang mengandung tiga unsur hara, yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium.

Selain pupuk yang diberikan pada media tanam dan diserap akar, ada pula pupuk yang dapat disemprotkan pada daun.

Kamu tidak perlu terlalu sering memberikan pupuk pada anggrek. Cukup sekitar dua kali seminggu saja.

6. Jangan memotong akar tanaman

Beberapa akar anggrek akan mulai tumbuh di atas pot. Namun, jangan memotongnya karena akar tersebut dapat membantu tanaman menerima lebih banyak energi.

Sebaliknya, memotong akar justru bisa mengubah kesehatan tanaman anggrek. Itulah mengapa penting memperhatikan cara merawat anggrek bulan setelah berbunga ini.

Kamu hanya perlu memotong akar anggrek jika sudah kering atau mati. Namun, potonglah dengan hati-hati agar tidak terlalu dalam karena bisa berbahaya bagi tanaman anggrek.

7. Mengendalikan hama

Selanjutnya, cara merawat bunga anggrek yang perlu dilakukan adalah mengendalikan hama yang mengganggu.

Berbagai hama tanaman menyukai anggrek, seperti kutu daun, agas jamur, kutu putih, tungau, atau lalat putih menyukai anggrek.

Namun, kamu bisa membasminya dengan menyemprotkan air sabun, atau campuran alkohol gosok dan beberapa tetes sabun cuci piring, yang bisa melenyapkan hama tanaman tersebut.

8. Memangkas batang tanaman yang tua

 Kamu dapat memangkas batang tanaman yang tua agar muncul bunga baru.

Pastikan alat yang digunakan untuk memangkas anggrek kondisinya tajam dan steril. Potongan harus bersih agar tanaman anggrek lebih sehat.

Selain itu, singkirkan bunga anggrek yang memudar agar tanaman tidak menghabiskan energi untuk pertumbuhan bunga-bunga tua.

9. Mengganti pot tanaman

Pemeliharaan anggrek bulan juga perlu memperhatikan penggantian pot tanaman saat dibutuhkan atau kira-kira setiap dua tahun sekali.

Bukan hanya potnya, kamu juga harus memperbaharui media tanam di dalamnya.

Selain itu, jika kamu melihat akar anggrek telah tumbuh melebihi potnya atau mulai merayap di sisi pot, itu adalah tanda bahwa pot sudah terlalu kecil sehingga perlu diganti.

Kamu memerlukan pot baru yang berukuran satu atau dua inci lebih besar dari pot sebelumnya. Pastikan juga pot memiliki lubang drainase.

Itulah beberapa cara merawat anggrek yang bisa kamu coba lakukan. Dengan demikian, tanaman cantik ini dapat tumbuh subur dan berbunga.