Cara Merawat Anggrek Bulan Agar Sehat dan Subur

Sudah tahukah anda kalau anggrek bulan adalah Puspa Pesona atau salah satu bunga nasional Indonesia? Bunga ini sangat anggun karena bentuk kelopaknya menyerupai kupu-kupu dan tumbuh menjuntai. Warnanya sendiri ada 3 pilihan, yaitu ungu, putih, dan kuning. Ketiga warna bunga anggrek bulan ini sama cantiknya dan kontras dengan warna daunnya yang hijau tua. Tidak heran kalau ada banyak orang yang menginginkannya untuk menghias hunian.

Akan tetapi, perawatan anggrek bulan tidak boleh dilakukan sembarangan supaya bunganya tumbuh sempurna dan bisa memancarkan kecantikannya. Oleh karena itu, pahami dan terapkan 6 cara merawat anggrek bulan yang tepat ini bersama Kania!

Anggrek bulan dapat bertumbuh dengan baik dalam suhu udara 23 hingga 30 derajat Celcius. Kriteria suhu udara ini sudah sesuai dengan iklim Indonesia sehingga anda tidak perlu menggunakan pengatur suhu lagi. Sementara itu, untuk kelembapannya, anggrek bulan membutuhkan pada kisaran angka 60%. Supaya kelembapannya terjaga, anda bisa meletakkan wadah berisi air di bagian bawah pot.

[ez-toc]

Perawatan Anggrek Bulan

Tidak Perlu Banyak Sinar Matahari

Anggrek bulan tetap membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis. Namun, intensitas sinar mataharinya tidak boleh berlebihan. Anda bisa meletakkan anggrek bulan di luar ruangan, tapi harus ada penghalang supaya tidak terkena sinar matahari langsung. Misalnya saja di teras rumah yang ada kanopinya atau di bawah naungan pohon yang rindang.

Perhatikan warna daunnya, jika berubah menjadi kecokelatan atau hijau kekuningan itu tandanya mereka mendapatkan terlalu banyak sinar matahari. Segera pindahkan ke area yang lebih teduh dan sejuk, ya!

Perhatikan Sirkulasi Udara

Jika anda berencana untuk meletakkan anggrek bulan di dalam ruangan, kelancaran sirkulasi udara perlu diperhatikan. Ini merupakan salah satu cara untuk menstabilkan kelembapan yang dibutuhkan anggrek bulan. Jangan letakkan di ruang yang tertutup rapat. Lebih baik letakkan di dekat jendela, rooster, atau exhaust fan.

Menyiram dengan Takaran yang Pas

Bunga anggrek bulan sebaiknya disiram dengan sedikit air, tapi sering. Pada cuaca normal, cukup 2 kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Sedangkan saat cuaca panas, siramlah 3 kali sehari. Bila perlu, semprotkan air pada permukaan daun untuk menjaga kelembapannya. Jangan menyiram dalam jumlah banyak karena dapat menyebabkan air tergenang dan akar membusuk. Kemudian, pilihlah pot dengan lubang di bagian bawah supaya sisa air dapat mengalir keluar.

Selain memilih pot yang tepat, anda juga bisa mempertimbangkan rak pot tanaman seperti ini. Karena anggrek bulan adalah tanaman yang tumbuh menjuntai, buat anda yang takut untuk menggantungnya karena berisiko terjatuh, akan lebih baik jika menggunakan rak yang stabil. Tinggi rak di atas adalah sekitar 1 meter. Sudah cukup untuk membiarkan bunga anggrek bulan menjuntai dengan anggun.

Cegah Serangan Hama

Anggrek bulan tidak tangguh terhadap serangan hama tanaman. Jadi, alangkah baiknya jika anda melakukan upaya pencegahan terlebih dahulu. Misalnya dengan rutin menyemprotkan pestisida dan fungisida. Bisa juga menggunakan sedotan atau tiang kecil yang sudah dilapisi lem serangga untuk mencegah anggrek bulan dihinggapi hama.

Beri Pupuk

Jika kelima cara di atas sudah dilakukan, anda perlu pertimbangkan cara terakhir ini sebagai pelengkap. Dengan pemberian pupuk rutin, anggrek bulan bisa tumbuh lebih subur dan warnanya lebih cantik lagi. Jenis pupuk yang paling sesuai untuk anggrek bulan adalah pupuk organik cair dengan intensitas pemberian seminggu sekali atau mengikuti anjuran produsen pupuk tersebut.

Itulah 6 cara merawat bunga anggrek bulan yang tepat dan mudah diterapkan oleh para pemula. Ingat, kecantikan bunga anggrek tidak bisa langsung terlihat dalam waktu singkat. Bersabarlah dan tetap jalankan cara-cara di atas secara rutin. Semoga berhasil!